Perkembangan Teknologi Jaringan Ethernet

Perkembangan telekomunikasi saat ini tumbuh dengan pesat, beberapa teknologi memliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kehadiran teknologi-teknologi baru ini menyebabkan operator memiliki berbagai alternatif pilihan untuk implementasi teknologi Next Generation Network (NGN) di area metro. Beberapa teknologi yang berkembang di jaringan metro dan mendukung konsep NGN, salah satunya adalah teknologi Metro Ethernet

Pada awalnya Ethernet digunakan dalam teknologi akses yang menyediakan akses internet dan network. Sampai saaat ini kondisi tersebut masih berjalan tetapi standard ethernet dikembangkan untuk mampu melayani layanan data pada jaringan transport. Fungsi-fungsi layanan pada teknologi Ethernet sebagai jaringan transport, merupakan hasil pengembangan yang terus menerus. Fokus utama dari teknologi Ethernet adalah pada TDM based.

Jaringan Metro Ethernet umumnya didefinisikan sebagai bridge dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah bisa juga menghubungkan LAN dengan WAN atau backbone network yang umumnya dimiliki oleh service provider. Jaringan Metro Ethernet menyediakan layanan-layanan menggunakan Ethernet sebagai core protocol dan aplikasi broadband.

Metro Ethernet sebenarnya sama dengan Ethernet atau Fast Ethernet pada Local Area Network (LAN) tetapi perbedaannya adalah LAN hanya pada satu gedung sedangkan Metro Ethernet ini adalah untuk menghubungkan dua LAN pada gedung yang berbeda. Sehingga Metro Ethernet dapat digabungkan menjadi kelompok WAN walaupun pada mulanya adalah teknologi LAN.

###Metro Ethernet###

Metro Ethernet, secara harfiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala Metro (skala untuk menjangkau satu kota besar, misalnya seperti Jakarta) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Begitu pula arti sebenarnya, pada umumnya teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet. Sehingga jaringan yang berskala Metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa. Teknologi Ethernet telah digunakan secara luas oleh masyarakat terutama dalam LAN. Interface Ethernet telah tersebar ke mana-mana dan keberadaannya sangat banyak. Selain itu, bandwidth yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dengan mudah diperbesar. Hingga kini teknologi Ethernet yang perangkatnya telah banyak beredar di pasaran telah mencapai bandwidth tertinggi sebesar 10 Gigabit per Second. Namun, Ethernet juga menyediakan teknologi dengan bandwidth 10 Mbps, 100 Mbps dan 1000 Mbps.

 Jaringan Metro Ethernet umumnya didefinisikan sebagai Bridge dari suatu jaringan atau menghubungkan wilayah yang terpisah bisa juga menghubungan antara LAN dengan MAN atau Backbone Network yang umumnya dimiliki oleh service provider. Metro Ethernet membahas campuran teknologi transportasi yang diarahkan ke Metro dan strategi migrasi bahwa operator Metro akan mengadopsi jaringan dari SONET/SDH (Synchronous Digital Hirarchy). Metro Ethernet dapat dikelompokan menjadi :

1 Pure Metro Ethernet Pure Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet umumnya. Sehingga jaringan yang berskala Metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa.

 2. SDH-based Metro Ethernet Jaringan Transport SDH digunakan untuk melayani teknologi Ethernet. Dengan trafik yang mempunyai kapasitas besar, SDH digabungkan dengan potensi trafik yang dimiliki protokol IP. SDH adalah protokol Layer Physic (Layer 1) sedangkan IP adalah Layer Network (Layer 3). Oleh karena itu dibutuhkan media perantara Layer 2 (Layer data link) Point to Point Protocol (PPP). Proses pemetaan paket IP pada SDH terjadi dalam dua tahap, tahap pertama paket IP dimasukan dalam Frame PPP lalu dipetakan pada payload SDH VC-4/SDH-HO (High Order atau n x STM 1).

3 MPLS-based Metro Ethernet Ide dasar dari pengembangan MPLS (Multi Protocol Label Switching) penggunaan “label” untuk mekanisme switching di tingkat IP. Hal ini berbeda dengan jaringan IP yang menggunakan pengalamatan IP sebagai dasar mekanisme switching. Pada teknologi ini menggunakan jaringan ATM (Asynchronous Transfer Mode) yang mempunyai Virtual Circuit Identifier sebagai dasar mekanisme switching. Di dalam jaringan yang menggunakan protokol MPLS, paket yang masuk ke dalam jaringan 8 MPLS terlebih dahulu diberi “label”. Label yang diberikan disusun dari berbagai variasi kriteria sesuai dengan yang diinginkan service provider. 

Komentar